January 19, 2011
Surgery Dept - stase digest & ortho

Digest

Stase ketigaku, digest, agak hampa. Nutrisi ke otak belum sepenuhnya kembali pasca intern. Khusus digest ada pretest hari pertama. Selain itu kerjaanku hari senin dan rabu ke poli, selasa dan kamis ke OK. Hari jumat harusnya ujian, tapi karena ada kegiatan di rumah sakit dan pengujiku kebetulan jadi pengisi acara akhirnya ujian dipindah hari kamis, mendadak, belum belajar. -__-

Ortho

Kali ini lumayan lah, nggak sehampa waktu digest. Tiap hari ada MR dan ke poli. Hari selasa dan kamis ada visite besar (sempat terjadi insiden gara-gara lupa kalo ada visite besar). Hari jumat ada weekly report + ujian. Kebetulan aku dapat pembimbing ortho dr.I yang seneng ngasih tentiran jadi hari selasa-rabu kami tentiran dulu baru ke poli. Beliau kayaknya males ngasih ujian lisan makanya aku dapat ujian tulis. So far ortho lebih menyenangkan daripada digest. ^^

January 3, 2011
Surgery Dept - stase extir & intern

I’m back! ^^

Lab keduaku, lab bedah, termasuk satu dari lima lab besar. Masa bertugasnya 8 minggu, dibagi dalam 8 stase masing-masing 1 minggu. Kali ini aku dapat giliran stase extir dan intern duluan. Kedua stase ini sebenarnya sama-sama intern, cuma yang membedakan adalah stase paginya. Kalo extir stase pagi di poli bedah umum sedangkan intern stase pagi di UGD atau ruang akut. Jaganya sih sama, antara UGD atau ruang Akut tadi. Karena itu mereka yang stase minggu pertama extir pasti minggu keduanya dapat intern, dan sebaliknya.

Sekilas tentang lab bedah sendiri, pertama masuk ke ruang pertemuan untuk MR (Morning Report) aku bener-bener kaget. Sekitar 98% yang ada di dalam ruangan itu adalah cowok. Dari 80-an PPDS bedah yang ada di ruang itu aku cuma nemu 2 PPDS bedah cewek. Dokter bedah senior pun yang cewek kayaknya cuma satu. 0__0 Tuhan.. tempat macam apa ini? *plak*

Selama 8 minggu ini aku sepaket bareng Centa dan Bayu, dengan stase pertama extir dulu baru intern. Kalo lagi stase extir kita naik poli sekitar 8.30 am dan turun poli sekitar 1 pm. Sedangkan stase intern 7 am - 2 pm di UGD atau ruang akut. Jadwal jaga extir dan intern sama; 2 pm - 10 pm lalu jam 10 pm - 7 am. Sudah jelas, stase intern lebih capek dari extir karena nggak ada tenggang waktu antara stase dan jaga.

Minggu pertama aku masih adaptasi dari suasana lab kecil ke lab besar. Jujur rasanya capek banget minggu pertama, padahal masih stase extir. Sering aku mikir, “Baru extir udah capek kayak gini, gimana kalo intern ya?” Tapi aku bersyukur dapat extir dulu baru intern karena aku jadi bisa beradaptasi. Walaupun minggu kedua kelompokku harus kerja ekstra keras karena intern cuma bertiga tapi aku bisa bertahan karena sudah mempersiapkan diri sejak minggu pertama.

Yang seru dari intern adalah jaganya. Hahaha! Aku pernah ngerasain siklus pendek UGD-Akut-UGD-Akut (selang-seling) lalu siaga (off). Yang bikin sebel dari selang-seling gini adalah kalo UGD penuh biasanya pasien yang perlu rawat inap akan dipindah ke ruangan. Seringnya pasien dipindah ke ruang Akut. Jadi walaupun sempat lega karena pasien UGD berkurang tapi saat ke ruang Akut pasiennya jadi tambah banyak. XD

Lalu aku pernah ngerasain intoksikasi UGD. Siklus panjangku setelah siaga adalah UGD-UGD-UGD-Akut-UGD-UGD-Siaga yang itu berarti jaga malam UGD (10 pm - 7 am), lanjut stase UGD (7 am - 2 pm), dan lanjut jaga UGD (2 pm - 10 pm). Dua puluh empat jam di UGD! XDD Setelah itu “istirahat” sebentar 10 pm - 7 pm di ruang Akut dan lanjut stase dan jaga UGD lagi 7 am - 10 pm baru kemudian siaga lagi. Saat itu aku benar-benar tau rasanya intoksikasi UGD itu seperti apa. LOL!

Pergantian tahun aku dapat siklus pendek Akut-Akut-UGD-UGD-Siaga. Sialnya aku dapat UGD pas pergantian tahun. Pasien mulai berdatangan sekitar jam 2 pagi dan terus berdatangan sampai siang, sementara aku di UGD sampai jam 2 siang. Lumayan lah bingkisan tahun baru. -__-

Di akhir intern aku dapat siklus UGD (10 pm - 8 am) - Akut (8 am - 10 am) - UGD (10 am - 10 pm) - Akut (10 pm - 5 am). Hampir 24 jam di UGD. PPDSnya sampe bosen liat aku di UGD terus, sampai-sampai jam 2 siang waktunya operan aku ditanyai sama PPDS, “Lho? kamu di sini lagi?” XD

Sebenarnya extir-intern nggak semenyebalkan itu. Banyak hal yang menyenangkan, walaupun dukanya juga ada. Yang jelas extir-intern adalah saat yang tepat untuk menambah skill kita. Selama 2 minggu ini lebih difokuskan ke tindakan, bukan mikir. Jangan heran kalo koas bedah yang lagi stase extir-intern selalu bercirikan:

1. muka berjerawat, kuyu, tampak selalu mengantuk

2. jalannya diseret saking capeknya

3. kalo ditanya kadang suka nggak nyambung, tapi kalo disuruh melakukan tindakan bisa cepat beraksi XD

Sekarang aku sudah selesai stase extir-intern. Selamat tinggal rumah pertamaku UGD dan rumah keduaku Akut! =D

December 18, 2010
ENT Dept - Day 27

Besok jaga terakhir! Wohooo!!! Senang rasanya bisa melewati lab pertama dengan baik. Agak gak rela sih pisah sama dokter tercinta, tapi gimana lagi. Masa mau gak lulus dari lab ini? -_- Yang pasti aku bakal kangeeeeeeeeen banget sama kata-kata ini:

“Gombal kamu!”

“Penjilat ya kamu?”

“Astakirlah…”

“Niat saya di sini hanya 2; transfer ilmu dan transfer perilaku—kalau bisa”

“Kalau kamu anak IPA maka berpikirlah menggunakan dalil, rumus, dan aksioma”

dan kata-kata lain yang keliatannya sepele tapi meninggalkan banyak makna kalau dihayati lagi.

T_______T

Dok, ikut pindah ke lab bedah yuuuuk!

December 15, 2010
ENT Dept - Day 24

Nggak kerasa bentar lagi aku berpisah dengan lab pertamaku ini. =(

Aku habis ujian lho hari ini. Dari 19 orang nomer absenku 10—tepat di tengah—tapi justru ujian paling akhir. Gara-gara itu aku sempat GG beberapa hari, apalagi kalo habis denger cerita ujian teman-teman koas lain.

Ujian hari pertama (Senin) ada 8 orang yang maju dan hampir semua kasusnya tentang telinga khususnya OMSK. Kami sampai menetapkan hari senin lalu sebagai hari OMSK. Lalu ujian hari kedua (Selasa) rencana 7 orang maju tapi ternyata pasien yang datang (dan sesuai untuk ujian) cuma 6 orang. Dari 6 orang itu 4 dapat kasus tumor dan 2 dapat kasus telinga. 

Setelah hari OMSK dan hari tumor jelas aku panik—ntar hari ketiga waktu aku ujian kasusnya bakal apa donk?! *GG*

Lalu datanglah hari yang ditunggu-tunggu yaitu hari ini. Kami tinggal berlima yang belum ujian dan aku urutan terakhir. Yang ujian pertama dapat pasien sekitar jam 8.35 sedangkan aku baru dapat pasien jam 9.30. Jarak pasienku dengan pasien sebelumku ada sekitar 20 menit. Selama 20 menit sendirian di ruang PPDS aku ngeliatin pasien-pasien yang datang sambil menerka kira-kira yang mana yang bakal jadi pasienku… sampai mataku tertuju sama mbak-mbak berbaju dan kerudung pink. *efek dramatisir* “Ah, ini pasti pasienku!” batinku waktu itu (oke, lebay). Dan ternyata… benar! Mbak itu jadi pasienku! =D

Aku dikasih waktu 90 menit untuk anamnesa, pemeriksaan fisik, dan menulis status lengkap. Untuuuuung banget dapat mbak tadi. Umurnya nggak terlalu jauh, pekerjaannya juga pengajar di bimbel jadi orangnya gampang bergaul dan koperatif banget waktu diperiksa. Kami lebih kayak dua orang remaja tanggung yang lagi curhat masalah penyakitnya. XD Aku berhasil rinoskopi posterior lho waktu meriksa mbak tadi! *seneng* Keluhan mbak tadi juga jelas banget. Working diagnose dan planning therapy-ku semuanya sesuai dengan yang dikerjakan penguji.

Dan satu hal yang pasti membuatku merasa “Thanks God aku ditaruh di akhir” adalah… dr. you-know-who (maaf, yang ini bener-bener nggak sanggup disebut namanya, terlalu horor) NGGAK NGUJI HARI INI! Huaaaaaa… rasanya seperti menemukan oase di tengah padang pasir ke-GG-an! Sebagai gantinya aku dapat penguji dr. E yang juga bapaknya ‘soulmate’ku (beliau nggak jadi operasi gara-gara *cough*maaf*cough* listrik rumah sakit bolak-balik mati XD).

Singkat cerita dr. E selesai meriksa pasien tadi dan selesai memberikan terapi lalu nanya-nanya dikit ke aku. Selebihnya aku dikasih peer (sik usum yo peer? =P) buat dikumpulin besok. Syalalalala~

***

Mari membahas yang lain. Ini sudah minggu ke-4 di lab THT. Sialnya minggu terakhir ini justru diisi dengan virus geje yaitu virus “you-know-me-so-well” dari Tya yang tiba-tiba membahas hal itu waktu lagi nunggu giliran ujian. Ternyata banyak yang belum tau soal “you-know-me-so-well” sehingga internet ruang diskusi THT dipake untuk donlot video tadi. Hasilnya… yah, bisa ditebak lah. You know me so weeeell…

Lalu kerjaan kami yang lain sambil nunggu giliran ujian adalah ngerumpi dari A-Z plus belajar. Ceritanya kami para koas anyar baru tau kalo ada lagu khusus tentang koas yang liriknya sumpah koas banget. XD Dari situ tercetus ide, “Bikin lagu tentang THT yuk!” dan jadilah lagu anamnesa tentang 3 penyakit THT yaitu OMSK, RA, dan faringitis akut. Kami juga sempat mengubah si “you-know-me-so-well” jadi lagu tentang kehidupan koas THT khususnya berkaitan dengan dr. Squidward (kangen sama beliau.. T.T), tapi catetan liriknya ilang ketinggalan di kelas.

December 3, 2010
ENT Dept - Day 12

Lho? Sudah hari Jumat. =D

Akhirnya 2 minggu koas sudah lewat. Seminggu ini rasanya lebih hampa daripada seminggu pertama. Dr.Squidward tercinta udah jarang mampir. Padahal di minggu pertama tiap pagi dan siang beliau mampir ke ruangan koas untuk sekedar “ngelawak”. Sekarang aku tau kenapa dr.Squidward itu ngangenin dan banyak disenengi koas. T.T *jujur*

Seminggu ini aku sempat ngerasain masuk bagian neurotologi sekali. Sempat ngeliat gimana pemeriksaan audiometri di sana. Waktu liat ruang pemeriksaan aku sempat mikir @popmusickness dulu ditaruh di ruang itu sambil main boneka trus dites dari luar. Baru kemudian aku nyadar itu ruang khusus buat meriksa anak kecil. Hehe. Trus aku juga ngerasain masuk bagian tes alergi. Akhirnya ngerti gimana cara tau kita alergi apa aja lewat tes tadi. Sayang ruangannya sempit, sumuk banget di dalam.

Selain itu minggu ini aku ngerasain nginep di rumah sakit sebagai koas. Rabu lalu aku jaga sampe kamis pagi (dan langsung lanjut stase tentunya). Itu pertama kalinya aku jaga malam (soalnya jaga pertama kemarin kan jaga pagi) dan bingung gimana ntar mandinya. Kamar mandi di rumah sakit nggak layak disebut kamar mandi. Untungnya partner jagaku (masih orang yang sama, Gladys) bisa diajak kerjasama. Jam 3 sore kami lapor ke PPDS jaga lalu pulang untuk mandi. Jam 4 sore balik dan stand by di kamar koas lalu sekitar jam 5.30 sore ikut visite sore bareng PPDS. Besoknya kami pulang jam 4 pagi untuk mandi pagi dan sarapan lalu balik ke rumah sakit jam 5 pagi lalu ikut visite pagi bareng PPDS.

Yang penting saat visite kami ada, dan saat kami nggak ada lagi nggak ada pasien baru. =)

Alhamdulillah jaga malam kemarin nggak ada pasien baru. Semuanya tenang, aman, terkendali. Aku dan Gladys nggosip di kamar koas dan baru tidur jam setengah satu. XD Waktu Morning Report kami jadi agak ngantuk, tapi untung MR bareng dr. H yang buaik dan lucu. Aku juga bisa pulang lebih awal (jam 2). Habis itu aku tidur 13 jam dari jam 4 sore sampe jam 5 pagi. ^^

Tadi udah muncul jadwal lab berikutnya. Aku dapat lab bedah. Hahaha. Wish me luck.

November 30, 2010
ENT Dept - Day 7

Sorry for late report. :D

Minggu, 28 Nov 2010 kemarin jadi hari bersejarah (opo ae) karena hari itu adalah jaga pertamaku sebagai koas. Hari itu kebetulan dapat giliran jaga pagi 7 am - 7 pm bersama koas THT lain yang juga baru pertama kali jaga yaitu Gladys. Banyak yang bilang kalo jaga THT banyak nganggurnya. Gladys udah siap bawa laptop, DVD, speaker buat berhedon ria di kamar koas bersamaku. Tapi rupanya Tuhan sedang ingin mengajarkan banyak hal pada kami..

Koas jaga sebelumnya (sabtu 7 pm - minggu 7 am) kedatangan pasien jam 2 pagi dengan kondisi shock hipovolemik karena perdarahan pada tumor besar (diameter sekitar 10 cm sampai menekan mata kanan) di pipinya. Pasien tadi datang ke UGD dan langsung diberi infus + tranfusi darah. Herannya koas jaga sebelumnya ini baru dipanggil ke UGD jam 5-an. Tugas mereka tinggal observasi kondisi pasien saja. Saat operan jaga pasien tadi pun jadi tanggung jawabku dan Gladys.
Awalnya PPDS jaga minta satu koas di UGD dan satu lagi di ruangan. Gladys yang datang duluan langsung ke UGD sedangkan aku ditahan di ruangan. Tapi di ruangan nggak ada kerjaan, mending aku ke UGD bantuin Gladys. Setelah PPDS jaga operan jam 9 aku ngabur ke UGD. Untungnya PPDS jaga yang bareng kami lagi di UGD semua dan mereka nggak keberatan kalau kami di UGD semua, yang penting kalau ada apa-apa sama pasiennya segera telepon.
Kondisi pasien tadi tampak baik. Kesadaran compos mentis, tidak ada reaksi tranfusi, urin yang dikeluarkan juga jumlahnya normal. Sayangnya pasien tadi belum boleh dipindah ke ruangan karena tensinya yang masih rendah (sistole kurang dari 90 dan diastole kurang dari 60). Tugas kami mencatat tiap jam semua vital signnya.
Akhirnya sekitar jam setengah 2 siang tensi pasien tadi sudah cukup untuk dapat dipindah ke ruangan. Kami menelpon PPDS dan menunggu rencana berikutnya. Katanya tranfusi disuruh dipercepat (karena sudah yakin nggak ada reaksi tranfusi). Setelah tranfusi habis lapor ke perawat agar pasien dipindah.
Jam 2 siang tranfusi selesai dan tensi cukup baik. Kami hubungi perawat UGD untuk memindah pasien tadi atas perintah PPDS. Tapi kata perawatnya, “Ini jam berapa? Ntar ya agak sorean pindahnya, sekalian habis operan biar perawat jaga yang nanti sore yang mindah.” (sumpah rasanya pingin nampar perawat tadi -__-). Karena perawatnya nggak mau mindah kami tetap di situ sambil terus mengawasi kondisi pasien. Aku ijin ke Gladys sebentar buat sholat. Nggak ada nyangka beberapa menit setelah aku tinggal keluarga pasien panik karena tiba-tiba darah mengalir banyak dari tumor pasien tadi. Gladys sendirian berusaha menghentikan perdarahan pasien pake kasa. Saking banyaknya darah yang keluar (katanya udah kayak keran yang dinyalain) sampai box tempat kasa dipindah ke samping pasien biar gampang ambilnya. Koas neuro yang kebetulan ada di UGD (dan kebetulan lagi nganggur) bantuin Gladys sekaligus sms aku “pasienmu perdarahan banyak…kesinio!”. Aku langsung lari balik ke UGD (udah sholat tentunya) dan langsung pake sarung tangan. PPDS juga segera datang. Yang bikin kaget adalah waktu PPDS berusaha membalut tumor yang berdarah-darah tadi tiba-tiba darah muncrat dengan derasnya sampe kena tembok di belakang bed pasien. Aliran infus dipercepat bahkan dipasang juga di sisi satunya untuk mengganti cairan yang hilang. Kesadaran pasien semakin menurun dan pasien mulai mengigau. Bak sampah di samping bed pasien setengah lebih penuh oleh kasa yang penuh darah.
Perdarahan mulai bisa diatasi kira-kira jam setengah 4 sore setelah ditambah berbagai macam obat pada infus. Akhirnya jam setengah 5 pasien bisa dipindah ke ruangan. Di sana pasien ganti baju, ganti infus set, dan sudah diserahkan pada perawat ruangan. Tugasku dan Gladys sudah selesai dan kami pun bisa makan siang.
Cerita belum lengkap kalau aku belum menjelaskan kondisi tumor pasien. Tumor tersebut diduga ganas. Besarnya seukuran burger dengan diameter 10 cm di pipi kanan sampai menekan mata kanan pasien. Warnanya cokelat kehitaman, rapuh, ada nanah, jaringan nekrosis, sesekali mengeluarkan darah, dan tentunya… BAU. Susah untuk dideskripsikan seperti apa bau pada tumor tadi.

****
Selain mendapatkan pelajaran bagaimana mengatasi pasien tumor, aku dan Gladys juga banyak dapat pelajaran dari UGD. Seperti yang pernah aku twit di twitterku, UGD memiliki sisi magis di mana semua ekspresi ada di sana. Berada di UGD rasanya seperti ujian mental. Cocok untuk dijadikan drama.

November 25, 2010
ENT Dept - Day 4

Baru hari ke-4. *yawn

Sepertinya aku mulai bosan di lab ini. Hehe, becanda kok. Banyak hal absurd di sini yang bikin aku lumayan betah.

Ya, absurd. Ab-surd.

Ternyata orang absurd di tempat ini tidak hanya dr. Squidward. Aku baru menyadari seorang lagi hari ini. Sebenarnya keabsurdan beliau sudah terdeteksi sejak hari pertama—waktu itu aku mikir orang ini mirip siapa dan ternyata mirip dengan guru Geografi waktu SMA (gak usah sebut merek).

Ceritanya siang itu kami harus presentasi (lagi! hah, di THT sepertinya tugas itu mati satu tumbuh seribu) dibimbing oleh dokter…sebut saja dr. Smiley. Kami dibagi 4 kelompok dan mempresentasikan topik-topik yang ada di buku ajar THT.

Kelompok 1: *mulai presentasi*

dr.S: dilewati saja, itu pasti semua sudah tau

Kelompok 1: *lanjut presentasi sampai habis dan sedikit-sedikit diskip oleh dr.S*

Lalu giliran kelompok 2, yaitu kelompokku.

dr.S: nanti selama presentasi kalau ada yang nggak ngerti kalian langsung angkat tangan saja

Kelompok 2: *presentasi tentang alat-alat diagnosis*

dr.S: dilewati saja itu, semua sudah tau

Kelompok 2: *presentasi alat lain*

dr.S: nggak usah, kita nggak punya alatnya

Kelompok 2: …

dr.S: langsung lanjut sampai gambar grafik ya

Kelompok 2: *langsung pindah ke slide gambar grafik* *siap mau jelasin*

dr.S: nggak usah dijelaskan, semua sudah ngerti kan?

All: *beberapa angkat tangan tanda nggak ngerti*

dr.S: kalian nggak ngerti?

All: *angguk-angguk*

dr.S: nanti dibaca lagi ya kuliahnya, lanjut!

Kelompok 2 + All: …

Lalu kami melanjutkan sampai habis sambil sesekali diskip beliau. Masih ada 2 kelompok lagi sebenarnya, tapi kata beliau nggak usah presentasi.

“Kalau ada yang ditanyakan nanti saja saat kalian stase di bagian itu. Saya pergi dulu.”

Pergilah beliau, meninggalkan kami di kelas…dan itu masih jam 1 siang. Padahal absen pulang masih 1,5 jam lagi. Trus kami ngapain? -_-

****

Sementara itu di pagi hari…

Aku datang pagi sekitar jam 6.30. Ruang koas masih dikunci. Tadinya aku mau minta kunci ke kantor lab, tapi saat itu mobilnya dr.Squidward lewat. Aku urungkan ambil kunci dan kabur ke lab lain.

Selang beberapa menit aku kembali ke sana. Baru beberapa orang yang datang. Mereka cerita kalau habis dikerjain dr. Squidward.

Female friend: *ke kantor ambil kunci pas ada dr. Squidward* Dok, saya mau pinjam kunci ruang koas.

dr.S: *melihat 2 orang teman dengan tatapan khasnya* kalian 2 orang berlainan jenis ambil kunci berdua. kalian tau kalau ada 2 orang berlainan jenis berduaan maka pihak ketiganya setan?

Male friend: *toleh kanan-kiri* di mana dok?

dr.S: nggak usah nanya! setannya nggak keliatan!

ROFL!

Dan hal itu masih dibahas saat beliau melakukan kunjungan rutin tiap pagi ke ruang koas.

dr.S: kamu yang tadi ambil kunci, masa ambil kunci saja berduaan.

FF: tadi kebetulan yang baru datang kami berdua jadi kami yang ambil kunci.

dr.S: kamu pasti mau menjilat ya? mentang-mentang temanmu itu punya kekebalan diplomatik jadi kamu ambil kunci bareng dia biar bisa dapat keistimewaan. *noleh ke Male Friend* kamu juga! pake nanya setannya di mana. setan itu nggak keliatan!

Lalu dr.Squidward pergi sambil nahan ketawa. XD

****

See? ENT dept is interesting! XD

November 23, 2010
ENT Dept - Day 2

Dagelan di pagi hari.

dr.Squidward (dr.S): berapa yang belum datang?

all (A): tiga orang, dok. mereka semalam jaga dan sekarang sedang MR (Morning Report).

dr.S: jam segini kok masih MR? itu anak yang punya kekebalan diplomatik ya?

(note: koas THT ada 19 orang, salah satunya yaitu pasanganku—atau biasa disebut “soulmate koas”—adalah anak dari seorang dokter di lab THT sehingga dia dianggap punya kekebalan diplomatik)

dr.S: kalian bagi jaga gimana? ketua kelasnya mana?

ketua kelas (KK): (maju)

dr.S: gimana bagi jaganya?

KK: total jumlah kami 19 orang, sehingga dibagi 9 kelompok dengan 8 kelompok masing-masing 2 orang dan 1 kelompok 3 orang—

dr.S: (menyela) oh, yang kekebalan diplomatik tadi? karena itu dia diistimewakan?

KK: soalnya jadwal jaganya— 

dr.S: (menyela) bukan soalnya, tapi jawabnya.

KK: oh iya, dok. jawabnya jadwal jaga juga menyesuaikan. tiap kelompok dapat jatah 4x jaga; 2 hari biasa dan 2 hari libur. tapi untuk kelompok yang bertiga ini dapat jatah 5x jaga; 2 hari biasa dan 3 hari libur—

dr.S: (menyela) berarti kamu diskriminasi ke dia? apa karena dia punya kekebalan diplomatik? kamu jadi sponsornya terus promosikan dia gitu?

KK: ….

dr.S: kamu jadi ketua di lingkup kecil begini saja tidak bisa adil gimana kalau mau jadi pejabat nanti. kamu dipilih jadi ketua kelas atas dasar apa? mengajukan diri?

A: voting, dok.

dr.S: terus dia dapat suara berapa?

A: 15 suara

dr.S: siapa calon lainnya?

A: (nunjuk Anak Lain)

dr.S: (ke AL) kamu dari golongan partai mana?

AL: ….

dr.S: nggak bener ini milih ketua kelasnya, wong ketua kelas nggak adil gini. biasanya kalau di kampung milih ketua kampung itu yang mantan preman biar kampungnya aman. (ngeloyor pergi)

——

Oke, lupakan soal dr. Squidward. Agenda hari ini adalah presentasi kelompok kecil tentang otologi. Pagi-pagi udah datang PPDS yang katanya mau numpang presentasi dan kebetulan topik yang dipresentasikan sama dengan topik kelompokku. Kesempatan baik untuk tanya apa yang kami nggak ngerti. Hehe.

Setelah beliau selesai presentasi + sesi tanya-jawab giliran koas yang presentasi dengan supervisor dr.E (yang juga bapaknya pasanganku). Yang dipresentasikan cuma kasus-kasus yang belum dipresentasikan PPDS tadi (dan itu berarti kelompokku nggak maju ^^) sambil dibimbing oleh dr.E kalau ada pertanyaan. 

Oya, akhirnya jadwal jaga dan identitas koas THT dibagiin juga (tapi cuma dipinjemin thok):

THT

November 22, 2010
ENT Dept - Day 1

Akhirnya aku memulai siklus koas!

Koas pertamaku dimulai di lab THT. Jadwalnya sih masuk jam 7 untuk pretest, tapi dokternya sudah datang jam 6.45. Memang lab ini terkenal akan kedisiplinannya, terutama karena keberadaan orang ajaib yang tak bisa disebut nama maupun inisialnya (bahkan inisial beliau pun sudah terkenal). Anggap saja beliau bernama dr. Squidward.

Kenapa Squidward?

Yah, karena aku menganggap beliau adalah wujud nyata Squidward dalam bentuk manusia! XD Orang yang entah kenapa pikirannya selalu negatif, seolah hanya dirinya yang benar dan orang lain selalu salah. Serba salah kalau harus ngobrol sama beliau. Sebagai contoh:

dr.S : dari mana kamu? makan ya? koas kok makan terus.

Aku : nggak, dok. tadi habis sholat.

dr.S : kamu ini masa ibadah diomongkan! masa kamu nggak pernah dengar ungkapan “kalau tangan kanan berbuat baik maka tangan kiri jangan sampai tahu”?

Aku : …..

Masa harus aku jawab, “saya habis melakukan sesuatu yang kalau saya beritahukan pada dokter nanti akan menimbulkan riya’ sehingga saya harus merahasiakannya.”

Great.

Karena keberadaan dr. Squidward ini lah aku merasa lab THT bakal menyenangkan. Mungkin aku harus nyari Sponge Bob dan Patrick versi manusia juga biar aku dapat hiburan gratis Sponge Bob Squarepants versi THT. Yay!

Btw, walaupun lab THT ini bisa dibilang lab kecil tapi mereka rajin melatih otak kami para koas. Lihat saja hari pertama aku sudah dapat 4 macam tugas yang salah duanya harus dipresentasikan besok dan lusa. XD Mereka baik ya?

June 7, 2010
Just wanna say…

… CLERKSHIP SELESAI!!! \^o^/

Bodo amat masih ada remidi ujian clerkship IKA, yang penting clerkship secara resmi udah selesai.

SE.LE.SAI. O.WA.RI. TA.MAT. THE.END. FIN.

Sampai jumpa di postingan tentang panum/koas!

Liked posts on Tumblr: More liked posts »